DUBAI, UEA, bisniswisata.co.id: Bertempat di *Tech & Innovation Hub*—di Arabian Travel Market (ATM) 2026/ ATM Travel Tech— Rachel Travers, Presiden UK Hub di RX Global, secara resmi membuka *Future Stage* dan menyambut hadirin untuk mengikuti rangkaian diskusi selama empat hari mengenai teknologi, gagasan, dan inovasi yang mentransformasi industri perjalanan global.
ATM 2026 berlangsung 14-17 September di Dubai World Trade Centre. Pada kesempatan ini, para pemimpin industri mengupas bagaimana kecerdasan buatan —AI— kini melampaui sekadar personalisasi, *chatbot*, dan layanan pelanggan otomatis, untuk mengubah sistem dasar yang menjadi landasan operasional industri perjalanan.
Adalah Dr. Marwan Alzarouni, CEO bidang AI di Dubai Department of Economy and Tourism (DET), menyampaikan pidato utama bertajuk “Peran AI dalam Menata Ulang Lanskap Perjalanan” (*AI’s True Role in Rewriting the Travel Landscape*). Ia membahas bagaimana AI mengubah cara wisatawan menemukan destinasi perjalanan, memengaruhi sistem dan kemitraan yang menopang industri ini.
Seiring dengan semakin banyaknya wisatawan yang beralih ke platform AI untuk mencari inspirasi, melakukan riset, dan mendapatkan rekomendasi, Dr. Alzarouni menyoroti implikasinya bagi destinasi wisata. Ia juga menekankan pentingnya memastikan informasi pariwisata dapat ditemukan dan ditafsirkan secara akurat oleh platform berbasis AI.
Dipaparkan: “Peringkat pencarian tradisional saja tidak lagi cukup. Saat wisatawan beralih ke AI untuk mencari jawaban, kita harus memastikan Dubai tidak hanya terlihat, tetapi juga direpresentasikan melalui informasi aktual, akurat, dan tepercaya di seluruh ekosistem pariwisata kita. Jika menemukan celah informasi, kita harus menanganinya terlebih dahulu sebagai tantangan terkait konten dan kemudahan penemuan (*discoverability*), bukan sekadar masalah teknologi.”
Selain aspek penemuan informasi, Dr. Marwan Alzarouni juga membahas perlunya beralih dari penerapan AI yang terisolasi menuju integrasi lebih luas di seluruh ekosistem perjalanan. Seiring teknologi AI semakin terintegrasi dalam tahap perencanaan, operasional, dan distribusi, kolaborasi antara destinasi, maskapai penerbangan, hotel, pemerintah. Dan mitra teknologi menjadi kunci untuk membuka potensi AI lebih luas.
Dr. Alzarouni menambahkan: “Anda tidak bisa menggunakan AI secara terpisah-pisah (*silo*). Nilai sesungguhnya muncul ketika Anda mengintegrasikan AI di antara para mitra dan sistem yang ada, sehingga destinasi, maskapai, hotel, dan pemerintah dapat bergerak selaras. Itulah cara mengubah ambisi terkait AI menjadi solusi praktis yang mentransformasi dunia perjalanan.”
Pesan tersebut mencerminkan pergeseran dalam diskusi industri mengenai AI, dari penerapan bersifat individual seperti personalisasi dan layanan pelanggan, menuju pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan konektivitas, efisiensi, dan pengambilan keputusan di seluruh ekosistem perjalanan.
Infrastruktur dan Ekosistem
Danielle Curtis, Direktur Portofolio Regional – UEA, RX Global, mengatakan: diskusi seputar AI dalam industri perjalanan berkembang dengan sangat pesat. Ekosistem telah melampaui tahap mempertanyakan bagaimana masing-masing bisnis dapat menggunakan AI untuk meningkatkan aspek tertentu dari pengalaman perjalanan wisatawan. Pertanyaan yang lebih besar saat ini adalah apa yang akan terjadi ketika AI terintegrasi ke dalam infrastruktur dan ekosistem penopang perjalanan itu sendiri.
“Pergeseran tersebut membawa implikasi signifikan bagi destinasi, maskapai penerbangan, bisnis perhotelan, penyedia teknologi, dan pembuat kebijakan. Hal ini menuntut kita untuk memikirkan aspek tata kelola, konektivitas, data, dan kolaborasi, di samping teknologi itu sendiri,” imbuhnya
Forum diskusi usai pembukaan resmi ajang ATM 2026 merupakan serangkaian sesi antara lain:
sesi “Decoding Hospitality Growth – What Do Today’s Travellers Want?” mengupas bagaimana hotel merespon keragaman motivasi wisatawan, sementara Sienna Parulis-Cook, Direktur Pemasaran & Komunikasi di Dragon Trail International, memaparkan riset terbaru mengenai kembalinya wisatawan Tiongkok bepergian ke luar negeri dalam sesi “Welcoming Back the Chinese Traveller: Marketing Insights for the Middle East.”
Pada sesi “Winning the Discovery Layer” membahas bagaimana agen AI, pencarian berbasis percakapan (*conversational search*), dan perencanaan perjalanan otomatis mengubah cara wisatawan menemukan dan memesan perjalanan. Disesi “AI vs Human: What It Really Means to Be a Professional in the Age of Intelligence” menelaah bagaimana otomatisasi mendefinisikan ulang keahlian profesional serta nilai dari penilaian, kreativitas, dan pengambilan keputusan manusia.
Menuju Travel 2040
Future Stage —Travel Tech— merupakan bagian sentral ATM, sebagai pameran khusus yang diselenggarakan bersamaan. Lebih dari 180 peserta pameran dari 30 negara berpartisipasi di dua aula khusus, sementara Tech & Innovation Hub seluas 850 meter persegi menampilkan berbagai perkembangan teknologi, mulai dari AI, VR dan AR, robotika, fintech, hingga teknologi ramah lingkungan.
Program ini mendukung tema besar ATM 2026, yaitu *Travel 2040: Driving New Frontiers Through Innovation and Technology*, serta mengkaji bagaimana transformasi teknologi, perubahan ekspektasi wisatawan, dan kolaborasi industri yang lebih luas membentuk era baru pariwisata global. *
Recent Posts
- Austin's new airport fees target jets. Light planes pay too.
- Future Stage ATM 2026: AI, Membangun Kembali Fondasi Perjalanan
- Sino Jet adds a second G700 as Asia's largest operator keeps growing
- You ordered a Bombardier. What happens if Washington blocks delivery?
- India's private jet market is stuck at 200 planes: its tax policy is why







Recent Comments