MADRID/NAIROBI, bisniswisata.co.id: Pada perayaan Zero Waste Day (30 Maret 2026), UNEP (Program Lingkungan PBB) dan UN-Tourism (Pariwisata PBB) menyelenggarakan Pertemuan Meja Bundar para pemangku kebijakan kepariwisataan, dan meluncurkan inisiatif “Recipe of Change” untuk mempercepat pengurangan limbah makanan di seluruh sektor pariwisata.
Selain mengakui tantangan lingkungan, acara tersebut juga menekankan bahwa pengurangan limbah makanan dapat berkontribusi pada penurunan biaya di sektor pariwisata, membangun ketahanan rantai pasok, dan berkontribusi pada ketahanan pangan yang lebih luas.
Dalam catatan UN-Tourism bisnis kepariwisataan melayani lebih dari 600 juta tamu setiap tahun dan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari USD 56,5 miliar, memobilisasi sektor ini dalam skala besar untuk mencegah limbah makanan, memengaruhi perilaku konsumen, dan mempercepat transisi menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Kerawanan Pangan
Melalui inisiatif “Recipe of Change”, para pemangku kepentingan, mengukur pemborosan makanan dalam operasional mereka, menerapkan solusi operasional dan perilaku untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 12.3 —mengurangi separuh pemborosan makanan pada tahun 2030—.
Menyoroti pentingnya inisiatif ini, Shaikha Al Nuwais, Sekretaris Jenderal UN-Tourism mengatakan: “2,3 miliar orang mengalami kerawanan pangan setiap hari. Dengan sepertiga populasi dunia gagal menerima hak asasi manusia mendasar ini dan pemborosan makanan menyumbang hingga 10% gas rumah kaca global, kita harus mengambil tindakan tegas. “Recipe of Change” berupaya melakukan hal itu – dengan sektor pariwisata secara langsung mendukung solusi melalui upaya konsumsi berkelanjutan.”
Dengan sepertiga populasi dunia gagal menerima hak asasi manusia mendasar ini dan pemborosan makanan menyumbang hingga 10% dari gas rumah kaca global, kita harus mengambil tindakan tegas, imbuh Shaikha Al Nuwais.

Kebutuhan untuk mendorong dampak langsung di tingkat akar rumput ditegaskan kembali oleh Sheila Aggarwal-Khan, Direktur Divisi Industri dan Ekonomi di UNEP. Menurutnya, bisnis pariwisata berada dalam posisi unik untuk mendesain ulang menu, mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan, dan memberikan ukuran pengurangan pemborosan makanan.
“Kami menyerukan kepada lebih banyak bisnis di seluruh sektor pariwisata untuk menjadi mitra aktif Recipe of Change dan membantu mempercepat kemajuan menuju pengurangan separuh pemborosan makanan,” tegas Sheila Aggarwal-Khan.
UN Tourism dan UNEP mendorong bisnis di seluruh sektor pariwisata untuk bergabung dalam gerakan “Recipe of Change” dan membantu mengurangi limbah makanan hingga setengahnya di tahun 2030.
Inisiatif ini telah melibatkan pemain utama di sektor pariwisata untuk menciptakan dampak di tingkat akar rumput, antara lain Accor, Constance Hotels & Resorts, Club Med, easyJet holidays, Grupo Posadas, Hilton, Iberostar Hotels & Resorts, Minor Hotels, Meliá Hotels International, Radisson Hotel Group, Six Senses, TUI Group, Lightblue Consulting, dan Winnow.
Minat industri tersebut mencerminkan komitmen sektor swasta terhadap keberlanjutan. Hal ini dibangun di atas keberhasilan seperti kampanye “Green Ramadan” Hilton bekerja sama dengan Winnow, yang membantu hotel-hotel partisipan mengurangi limbah makanan lebih dari 60% dalam uji coba awal (2023), dengan pengurangan lebih lanjut sebesar 20-30% pada edisi berikutnya. Seiring waktu, partisipan inisiatif tersebut berkembang dari 3 hotel menjadi 64 hotel pada tahun 2026. ***
Recent Posts
- Dog rescued by police helicopter after falling in New York river
- “Recipe of Change” : Mengurangi 50% Pemborosan Makanan Tahun 2030
- Daher Aircraft delivers sixth TBM aircraft to Dr. Ian Fries
- Modern Skies Coalition issues statement to Congress to pay essential aviation workers
- Refurbish Smart. Sell Faster. Elevate Your Aircraft’s Value.







Recent Comments