JAKARTA, bisniswisata.co.id: Universitas Jayabaya kukuhkan Ary Ginanjar Agustian sebagai Profesor Kehormatan dalam Bidang Karakter Hukum di Auditorium Prof Dr.H.Moeslim Taher SH, Kamis, di Kampus Jayabaya Pulo Mas, Jakarta Timur. Gelar kehormatan pertama kalinya di bidang Karakter Hukum.
Prof Dr H. Fauzie Yusuf Hasibuan SH M.Hum, Rektor Universitas Jayabaya mengatakan penetapan bidang ini bukanlah pilihan simbolik tapi didasarkan pada kesesuaian mendalam antara pemikiran beliau dengan kebutuhan fundamental pembangunan Hukum Nasional.
“Nilai dasar hukum tidak akan hidup hanya melalui teks dan peraturan, tapi memerlukan manusia yang mampu menginternalisasikan- nya dalam sikap, keputusan dan tindakan. Di sinilah karakter menjadi jembatan antara grandnorm dan hukum positif antara nilai dasar dan praktik penegakkan hukum,” tegas Rektor.
Ary Ginanjar Agustian menyampaikan tesisnya bahwa krisis hukum bukan semata krisis aturan, melainkan krisis manusia karena ini adalah krisis integritas, krisis orientasi dan krisis keberanian moral.
“ Hukum tidak hidup di ruang hampa, ia bernafas melalui manusia yang merumuskan, menafsirkan dan menegakkannya. Ketika manusia hukum kehilangan arah batin, hukum perlahan kehilangan jiwanya, “
Dalam orasi ilmiahnya berjudul Karakter Hukum Sebagai Pondasi Peradaban Bangsa,
Prof ( H.C) Dr ( H.C.) Ary Ginanjar Agustian mengatakan karakter hukum merujuk pada kualitas moral yang menetap pada diri pelaku hukum dan sekaligus tercermin dalam tindakan institusi. Bagaimana kewenangan dan norma digunakan demi keadilan. kemaslahatan dan penghormatan terhadap martabat manusia..
“ Jadi fokus karakter hukum bukan pada citra atau reputasi tapi pada kualitas batin yang konsisten mewujud dalam perilaku nyata, terutama di bawah tekanan kepentingan, kekuasaan atau godaan pragmatis,” kata Ary Ginanjar yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan Universitas Jayabaya.
Pembangunan karakter hukum, tambahnya, harus berlangsung serentak pada dua level yaitu individu dan institusi dimana karakter hukum menjelma. sebagai kualitas moral kolektif yang tercermin dalam kepemimpinan, tata kelola kewenangan, sistem promosi serta konsistensi penegakan etik.
Ary Ginanjar mengingatkan bahwa hukum bukanlah alat kompromi melainkan kompas moral dan hukum menuntut keberanian untuk tetap tegak ketia tekanan datang dari segala arah. Peradaban Indonesia hanya akanbtegak jika hukum tumbuh dari akar nilai yang disirami oleh kecerdasan intelektual. ( IQ), emosiona ( EQ) l dan spiritual ( SQ) serta diarahkan untuk memuliakan manusia.
“ Inilah esensi karakter hukum yang menjadi ‘ruh’ dari orasi ini. Kaeakter hukum tidak dibangun scara instan tapi melalui pilihan-lilihan moral harian,” tegas Ary Ginanjar dan menambahkan ke depan bukan hanya memperbaiki regulasi tapi memulihkan nurani dan menjaga nilai-nilai.
Recent Posts
- Ary Ginanjar Agustian Dapat Gelar. Guru Besar Kehormatan Bidang Karakter Hukum Universitas Jayabaya
- Textron holds 2026 Flight Operations Safety Standdown with over 200 attendees
- Signature Aviation launches Signature Vision digital portal for guests
- Cuba warns that refueling is not available as aviation fuel runs out
- Garmin opens aircraft certification and flight test facility at Arizona airport







Recent Comments